Sifat Asosiatif Perkalian

Diposting pada

Sifat Asosiatif Perkalian

Kali ini kita akan membahas sifat kedua pada perkalian yaitu sifat asosiatif pada operasi perkalian bilangan bulat.

So, tanpa banyak basa-basi lagi, silahkan diamati, dicermati, dipahami dengan hati, pikiran, dan jiwa yang tenang…. Ingin tahu lebih lagi tentang math?? Yukkks, lanjuutt ke materi kali ini… Let’s learn about it together!!

 

 

Sifat asosiatif pada perkalian

 

Andi mempunyai 2 kotak mainan. Setiap kotak diisi 3 bungkus kelereng. Setiap bungkus berisi 4 butir kelereng. Berapa jumlah kelereng andi ? ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kelereng andi.

Cara pertama menghitung banyak bungkus. Kemudian, hasilnya dikalikan banyak kelereng tiap bungkus. Perhatikan gambar dibawah ini !

 

Banyak bungkus × banyak kelereng tiap bungkus

(3 bungkus + 3 bungkus ) × 4 butir = (3 + 3) × 4 = (2 × 3) × 4 = 24 butir

Cara kedua menhitung banyak kelereng setiap kotaknya dahulu hasilnya dikalikan banyak kotak.

Banyak kotak × banyak kelereng = 2 × ( 4 + 4 + 4) = 2 × (3 × 4) = 24 butir.

Perhitungan cara I : (2 × 3) × 4

Perhitungan cara II : 2 × (3 × 4).

Hasil perhitungan dengan kedua cara adalah sama.

Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4)

Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada perkalian. Secara umum, sifat asosiatif pada perkalian dapat ditulis :

(a × b ) × c = a × (b × c)

Dengan a, b, dan c bilangan bulat.

Contoh :

  1. (2 × 4) × 3 = 2 × (4 × 3) = 24
  2. (4 × 5) × 8 = 4 × (5 × 8) = 160
  3. (4 × (-3)) × 6 = 4 × (-3 × 6) = – 72
  4. (5 × (-2)) × 4 = 5 × (-2 × 4) = -40
  5. (-3 × 2 ) × 8 = -3 × (2 × 8) = -48
  6. (-4 × (-6)) × 10 = -4 × (-6 × 10) = 240
Read More:   Soal Pengurangan 2 Bilangan 2 Angka Dengan Teknik Meminjam Dengan Cara Bersusun

 

 

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

~TERIMAKASIH~

Baca juga :

Sifat Asosiatif Perkalian
Rate this post